Walmart Diam-diam Jualan di Metaverse?

Raksasa retail Walmart (WMT) tampaknya secara diam-diam tengah mempersiapkan diri untuk berjualan di Metaverse. Diketahui bahwa saat ini Walmart sedang berencana untuk membuat aset kripto sendiri dan Non Fungible Token (NFT).

πŸ’¬ Walmart mengatakan pihaknya akan terus mengeksplorasi bagaimana teknologi yang muncul dapat membentuk pengalaman belanja di masa depan. Namun perusahaan tersebut menolak untuk mengomentari pengajuan merek dagang digital tersebut.

“Kami sedang menguji ide-ide baru setiap saat,” kata Walmart.”Beberapa ide menjadi produk atau layanan yang sampai ke pelanggan. Dan beberapa di antaranya kami uji, ulangi, dan pelajari (lagi),” jelasnya lagi. Tepantau pada penutupan Jumat (14/01), saham Walmart sedikit melemah πŸ“‰ βˆ’0,41 (0,28%).

Australian Open Hadir di Platform Metaverse Decentraland?

Turnamen Tenis Australia telah bermitra dengan Decentraland untuk menjadi tuan rumah Australian Open (AO), yang akan menjadi tenis resmi pertama di Metaverse.

Rekreasi virtual area utama di Melbourne Park, termasuk Rod Laver Arena dan Grand Slam Park, akan dibuka selama turnamen Australia Open yang akan berlangsung selama dua minggu. Acara ini akan mencakup konten eksklusif untuk pengunjung virtual, termasuk cuplikan di balik layar termasuk area kedatangan pemain eksklusif.

Manajer Proyek Tennis Australia NFT & Metaverse, Ridley Plummer mengatakan dalam pidato sambutan virtual di Decentraland, berharap AO menjadi acara olahraga dan hiburan yang paling mudah diakses dan inklusif di dunia.

πŸ’­ “Dengan tantangan unik yang dihadapi penggemar untuk sampai ke Melbourne, kami mempercepat peluncuran kami ke Metaverse,” ujar dia, seperti dikutip dari Cointelegraph, Selasa (18/1). “Membawa AO ke Metaverse adalah langkah penting untuk memberikan akses yang benar-benar global ke acara hebat kami.” lanjutnya.

Seoul City Berinvestasi Triliunan Rupiah di Metaverse 🏝

Pemerintah kota Seoul mengatakan pada hari Kamis (13/01) bahwa pihaknya akan menginvestasikan total 345,9 miliar won (Rp4,1 triliun) tahun ini dalam proyek-proyek yang memanfaatkan teknologi digitalisasi mutakhir.

1.067 proyek akan dikerjakan sekaligus di 25 district sebagai rencana investasi kota untuk “Pergeseran Paradigma ke Digitalisasi”. 1.3 triliun dari total investasi dialokasikan untuk proyek “smart city” πŸ‘Ύ yang berupaya menggabungkan teknologi Metaverse, Big Data, dan AI untuk membangun infrastruktur digital guna meningkatkan layanan sipil.

Dalam pembangunan ini, dibutuhkan 3.500 pekerjaan terutama bagi generasi muda.

Ramai Beli Tanah di Metaverse, Buat Apa? 🌡😲

Fenomena unik ini dijelaskan oleh Andrew Kiguel, CEO Token.com. Berikut alasannya:
Pertama, Metaverse merupakan bentuk selanjutnya dari media sosial. Di sana orang-orang bisa pergi ke karnaval, konser musik hingga museum. Sejumlah artis termasuk Justin Bieber, Ariana Grande, dan DJ Marshmello telah mengadakan pertunjukan di Metaverse. Bahkan Paris Hilton menyelenggarakan pesta tahun baru di pulau virtual pribadinya. Ini bisa menjadi ladang bisnis baru bagi pemilik lahan.
Kedua, area tempat berkumpul di dunia Metaverse menjadi sangat berharga bagi pengiklan dan peritel yang membuat lahan di Metaverse menjadi ajang promosi.
Ketiga, berinvestasi dengan membeli tanah di Metaverse sudah menjadi potensi cuan. Sudah bisa dilihat dari kenaikan harga karena demand diprediksi semakin tinggi.
Alasan selanjutnya soal kesenangan. Misalnya, seorang selebriti sedang membangun rumah virtual Metaverse, kemudian ada seseorang yang berani membayar mahal untuk menjadi tetangga. Hal ini bisa saja terjadi di dunia virtual tetapi sulit di dunia nyata.
Tertarik jadi tetangga Ariana Grande di Metaverse? πŸ™ˆ

H&M BUKA TOKO PERTAMANYA DI METAVERSE

“Lebih Baik Terlambat daripada Tidak Sama Sekali”

Buka toko juga! 😁 H&M, merek pakaian global berbasis di Swedia, akhirnya membuka toko pertamanya di metaverse. Walaupun sedikit terlambat dari para kompetitornya seperti Nike, Adidas, dan Zara. Mereka sudah duluan bergabung di dunia virtual yang mengusung konsep tiga dimensi tersebut.

Seperti dikutip dari TechStory.in, H&M menyatakan, β€œLebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.” H&M dalam pernyataannya juga menekankan pihaknya siap menyuguhkan pengalaman baru yang brilian kepada pelanggannya.

Melalui toko virtualnya πŸ› di Metaverse, merek pakaian ini akan menawarkan pengalaman berbelanja secara 3D dengan menjelajahi setiap pintu dan jendela di toko virtual tersebut. Openingnya tokonya ngantri juga gak ya~

Open chat